Monday, April 27, 2015

DPR: Tak Apa-Apa Gandeng Proton, Asal...

DPR: Tak Apa-Apa Gandeng Proton, Asal…



Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia. Hal itu sah-sah saja, asal perusahaan pelat merah Malaysia itu mau mengalihkan teknologi mereka sepenuhnya.

"Asalkan Proton mau melakukan alih teknologi mesin dan transmisi 100 persen," kata Aria, Sabtu (7/2). Selain itu, menurut dia seluruh komponen yang digunakan harus konten lokal tidak hanya onderdil dan aksesoris, tapi juga mesin. Permodalan 100 persen juga seharunya milik Indonesia.

Hal tersebut menurutnya sulit dilakukan dengan perusahaan asal Jepang, Eropa, dan Korea Selatan. Mereka, kata Aria, hanya memberitahu cara membuat bodi mobil saja. Namun untuk pengembangan mesin tetap dirahasiakan.

Terkait apakah Proton bakal bersedia melakukan alih teknologi 100 persen, Aria memang mengaku belum tahu sampai ke sana. Namun jika itu tidak bisa dilakukan, pemerintah menurutnya lebih baik tidak bekerja sama dengan mereka.

"Kalau Malaysia sampai tak mau alih teknologi maka tak usah mengajak mereka," kata Aria.

Seperti dilaporkan situs berita Malaysia Bernama, CEO Proton Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO PT ACL Abdullah Mahmud Hendropriyno baru saja meneken nota kesepahaman, di Shah Alam, Malaysia.

Penandatangan itu disaksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, dan Komisaris Proton Tun Dr Mahathir Mohamad. Hadir juga, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.

Disebut-sebut perjanjian ini merupakan upaya pemerintah Indonesia mengembangkan mobil nasional.

Namun kabar tersebut ditepis Menteri Perindustrian Saleh Husin. Husin membantah kerja sama itu disebut sebagai upaya menjadikan Proton sebagai mobil nasional Indonesia. "Itu tidak ada. Itu MoU murni bussiness to bussiness. Dalam rangka membuat visibility study untuk enam bulan ke depan," katanya kepada ROL.

http://allandaveblog.blogspot.com


A.M. Hendropriyono Masuk Esemka, Garansindo Mundur

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Niatan PT Garansindo Inter Global menanamkan investasi Rp 100 miliar ke PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) tenggelam. 


Pasalnya, Esemka dianggap telah memilih mitra lain sebagai investor, yakni mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono lewat pendirian PT Adiperkasa Citra Esemka (ACE).


Salam hormat buat Bapak Hendropriyono, saya angkat topi atas semangatnya yang sama memajukan industri otomotif dalam negeri. Kami (Garansindo) memilih mundur, jelas Muhammad Al Abdullah kepada Kompas Otomotif di Kuningan, Jakarta Selatan.


Sebelumnya, Garansindo menyatakan niatannya untuk menyuntik dana investasi guna mengembangkan bersama mobil nasional Esemka. Potensi pasar Indonesia yang besar, semula dianggap potensial untuk mewujudkan mimpi Indonesia, memiliki mobil nasional.


Sebelumnya, kami sudah melakukan komunikasi dengan Esemka, tapi belum sempat dapat tanggapan, kemudian berita ini muncul, beber Al.Budi Martono, relawan Esemka menjelaskan kalau pihaknya memang sudah membuat perusahaan gabungan dengan Hendropriyono dan membentuk PT PT Adiperkasa Citra Esemka (ACE).

Perusahaan gabungan ini berkonsep bagi hasil antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan Esemka. Soal berapa pembagian keuntungan, itu soal manajemen, saya tidak tahu. Mudah-mudahan Esemka bisa cepat diproduksi, tukas pria yang akrab dipanggil Toto ini, kepada Kompas Otomotif. (Agung Kurniawan)


http://allandaveblog.blogspot.com




Pemerintah Dukung Hendropriyono dan Esemka

Pemerintah Dukung Hendropriyono dan Esemka

Esemka Prototypes Cars

Jakarta, Kompas Otomotif - Mendengar diresmikan perusahaan gabungan PT. Adiperkasa Cipta Esemka, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengaku gembira. Saleh Husin, Menteri Perindustrian menyatakan dukungannya untuk Esemka.

"Prinsipnya kami mendukung kerjasama pihak swasta manapun termasuk kerjasama esemka dengan perusahan Pak Hendropriyono," jelas Menperin kepada Kompas Otomotif

Sayangnya, belum ada arah kebijakan yang coba disiapkan pemerintah menyangkut proyek mobil milik perusahaan lokal Indonesia ini. Pasalnya, belum ada pihak yang melaporkan keberlanjutan proyek ini ke pada pemerintah.

"Namun sampai saat ini secara resmi kami belum menerima laporan tersebut, justru baru dengar dari teman media. Kita harus dengan tangan terbuka bila ada investasi yg masuk ke Indonesia," tukas Menperin.

http://allandaveblog.blogspot.com




Esemka Protoype cars

Salah Kaprah Istilah - Esemka Prototype cars

Esemka Protoype cars

                                Esemka Protoype cars

Esemka Protoype cars

Sesi penandatangan memorandum of understanding ( MOU ) antara PT. Adiperkasa Cipta Lestari ( ACL ) dengan Proton Holdings Bhd (6/2) memicu munculnya lagi isu mobil nasional. Apalagi saat acara tersebut terpampang baliho yang bertulisan Indonesia National Car.

Apalagi acara tersebut di saksikan oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak. Hadir pula Dr. Mahatir Mohamad sebagai Bos Besar Proton .

Hendropriyono yang merupakan CEO dari ACL menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut tidak di arahkan untuk membuat mobnas dalam definisi yang banyak di perbincangkan. “Kalau pabrik yang akan kami bangun dia sebut mobil nasional karena salah kaprah istilah ,” tegas Hendropriyono yang di kutip dari tribunnews.com

Sejurus kemudian dijelaskannya lagi, kerjasama dengan pihak Proton memang akan mengarah pada pendirian pabrik di Indonesia. Untuk pendiri Hendropriyono Corporation Indonesia ini menyebutkan telah mendapat dukungan finansial dari sindikasi lembaga keuangan luar negeri.

Ia memungkaskan bahwa kerjasama dengan pabrikan Malaysia itu murni kerjasama antara pihak swasta. Pihak Proton di utarakannya pula akan lebih banyak berperan di soal riset dan teknis. “Kami ( perusahaan ) swasta, Proton juga kini swasta,” Tegas Hendropriyono.

President Jokowi sendiri memang lebih menginginkan gagasan Esemka untuk skema mobil nasional. Namun bisa saja kerjasama antara ACL dan Proton akan berperan dalam pengembangan teknisnya 

http://allandaveblog.blogspot.com

Sunday, April 26, 2015

Last Weekend I Injected An RFID Tag Into My Hand: Here's Why



Last weekend I injected an RFID tag into my right hand. It was a spur of the moment thing, really.

I Injected An RFID Tag Into My Hand

I Injected An RFID Tag Into My Hand

I Injected An RFID Tag Into My Hand

I Injected An RFID Tag Into My Hand

I was at the Singularity University Summit in Amsterdam and an hour before me Raymond McCauley, Chair of SU’s Biotechnology & Bioinformatics Track, had an RFID tag inserted into his hand live on stage. The Radio Frequency Identification (RFID) tag was an xNT chipset encased in a 2×12 mm cylindrical biocompatible glass housing. Super small — about the size of a grain of rice — injected subcutaneously.

The entire process took less than 3 minutes and looked pretty simple, so when I was offered the chance to do the same, I agreed. The pain was minimal, a 3 out of 10, and left a small puncture wound, and a bit of soreness that kept me from shaking hands for 24 hours. So, again, why do this?

The purpose for embedding such an RFID is still up for grabs. In the near term, implanted devices like the xNT RFID will enable seamless interaction with the Internet of Everything (IoT) around us. Unlock doors with a wave of your hand, start your car, or perhaps pay for a coffee with bitcoin stored in memory.


But, honestly, for me it’s much more of an experiment. How would I feel about having tech inserted inside my body?

I think biohacking, the cyborg human, is an eventuality that will materialize when the value proposition gets high enough.

Many big companies such as Apple, Samsung and Google are working on technology to measure your biology from outside of your body. Wearable devices such as watches and contact lenses will track everything… footsteps, heart rate, blood glucose, blood pressure and other critical vitals. The challenge is that they only work when you remember to wear them, and there are some things you can’t measure from the outside. The question is: when would you be ready to start incorporating technology into your body? If it helped you live longer, stay out of the hospital, and be healthy more of the time, would you?

Recently, Google described its “ambitious plan to use magnetic nanoparticles circulating through the blood to detect and report back on signs of cancer or an impending heart attack.” While the project is very difficult and is far from coming to market, the potential is there. Hospitals around the world already use implantable pacemakers and defibrillators.

Researchers out of MIT are developing an under-the-skin sensor that they say could be “useful in the monitoring of cancer or other diseases that cause inflammation… able to detect immune reactions in patients who have artificial hips or other implanted devices.”

EMBS reports that researchers at the University of Illinois, working with colleagues in Singapore, “have figured out how to embed flat, flexible, stretchable electronic sensors into temporary tattoos that can withstand wrinkling, bending and twisting of the skin. These micro-electronics, which are thinner than a human hair and applied with water, could be used to provide irritation-free monitoring of electric signals produced by the heart, brain and muscles.” At Texas A&M University, teams “are working on micro-particles that can be injected into the highly-vascular dermis layer of the skin and change color to reflect changes in blood chemistry.”

Things are moving quickly. General Electric, which manufactures and leases jet engines to all major airlines, now puts up to 250 sensors in each of their 5,000 leased engines. Each of these aircraft transmits a terabyte of data per day on the health of those engines, allowing engineers to monitor engine “health” in real time, even midflight, and fix any problem before it gets too serious. My Tesla and my SR22T aircraft have hundreds of sensors and microprocessors. But for most people, their refrigerators are better wired then they are. Why?

Don’t we deserve to have our healthcare become proactive and preventative as well? Whether my RFID tag or any other tech I implant in the near-term will transform my healthcare, I don’t honestly know, but I do think differently about what is possible now.

By Peter Diamandis

Diamandis is the founder and chairman of the X PRIZE Foundation and the co-founder and chairman of Singularity University.

Tuesday, April 21, 2015

Sembilan Pencuri Wiski Termahal di Dunia Tertangkap

Sembilan Pencuri Wiski Termahal di Dunia Tertangkap

http://allandaveblog.blogspot.com/
http://allandaveblog.blogspot.com/

Sembilan orang di Kentucky ditahan pada Selasa (21/4) setelah mencuri wiski bourbon senilai lebih dari US$100 ribu.

Jaksa mengatakan kalau skenario pencurian digagas oleh pekerja di bagian penyulingan yang telah mencuri sejak beberapa tahun yang lalu. Aksi pencurian tersebut terungkap setelah sebanyak 18 barel dan 25 botol kosong ditemukan di belakang gudang.

Bourbon yang dicuri antara lain merk Wild Turkey dan wiski paling mahal, Pappy Van Winkle. Pappy Van Wrinkle adalah jenis wiski tua yang harga sebotolnya US$2.000.

Bourbon terbuat dari jagung dan difermentasi di barel yang terbuat dari kayu Pohon Oak. Industri bourbon menyumbang pemasukan US$3 miliar untuk Kentucky, menurut Kentucky Distiller Asociation.

Hingga saat ini Kentucky menyumbang 95 persen pasokan bourbon di dunia. Para pekerja pencuri juga pernah melakukan aksi yang sama pada tahun 2013. Tahun itu mereka mencuri sekitar 200 botol Pappy Van Winkle.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Sunday, April 19, 2015

Inacraft, Ajang Bergengsi Produk Kerajinan Tangan Indonesia

Inacraft, Ajang Bergengsi Produk Kerajinan Tangan Indonesia 

Inacraft, Ajang Bergengsi Produk Kerajinan Tangan Indonesia

Inacraft

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kemajemukan dengan keanekaragaman kebudayaan baik yang asli maupun serapan dengan segala kombinasi perpaduan yang ada. Produk kerajinan sebagai bagian dari Kebudayaan Nasional, yang perlu terus dijaga dan dilestarikan sehingga bisa dijadikan aset nasional.

Industri kerajinan di Indonesia sudah mulai menunjukkan potensinya, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya perajin-perajin baru dengan inovasi-inovasi dan kreatifitas produk-produk yang baru. Tuntutan ekonomi disertai dengan adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan, membuat industri ini kian semarak dan membawa harapan untuk perbaikan dan peningkatan perekonomian nasional.

Disinilah peran INACRAFT, sesuai dengan tema sentral From Smart Village to Global Market, untuk menaungi dan memfasilitasi produk-produk kerajinan tersebut untuk bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi baik dari segi komersil maupun dari segi estetika seni.

Didaulat sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar yang ada di Indonesia dan sebagai ajang promosi bagi produksi kerajinan dalam negeri untuk merambah pasar domestik maupun pasar luar negeri melalui produk-produk unggulan, INACRAFT 2014 yang mengangkat Kekayaan Warisan Budaya Jawa Tengah sebagai ikon utamanya, juga bertujuan untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif dalam rangka peningkatan kualitas ekspor produk kerajinan Indonesia sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif faktor penunjang perekonomian nasional di era perdagangan bebas ini.

Dengan sub tema “Meningkatkan Kualitas Produk Handicraft Kreatif Untuk Memasuki Pasar Global” pameran ini diharapkan mampu menunjukkan kepada komunitas kerajinan internasional, eksistensi dan kompatibilitas industri kreatif kerajinan Indonesia di tengah-tengah persaingan pasar industri sejenis dengan negara lain.

The 17th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2015) merupakan kegiatan promosi produk kerajinan ke-17 dari INACRAFT dan diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerjasama dengan PT. Mediatama Binakreasi dan akan berlangsung pada tanggal 8 - 12 April 2015 di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Penyelenggaraan INACRAFT setiap tahunnya telah menjadi ikon pameran produk Indonesia dan menjadi agenda tahunan pemerintah yang secara konsisten terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas pameran.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Friday, April 17, 2015

Misteri pembunuhan Munir dilansir terkuak, Hendropriyono tidak mau diadili oleh rekayasa opini publik

Allan Nairn mendongeng bahwa Beberapa anak kecil memberikan kesaksian bahwa orang-orang Hendropriyono-lah yang menembaki orang-orang Warsidi hingga tewas. 

Allan Nairn mendongeng bahwa Beberapa anak kecil memberikan kesaksian bahwa orang-orang Hendropriyono-lah yang menembaki orang-orang Warsidi hingga tewas.
Allan Nairn mendongeng bahwa Beberapa anak kecil memberikan kesaksian bahwa orang-orang Hendropriyono-lah yang menembaki orang-orang Warsidi hingga tewas.

Seorang jurnalis Amerika Serikat, Allan Nairn kembali mengguak misteri peristiwa pembunuhan aktivis HAM (Hak Asasi Manusia) Munir Said Thalib atau Munir. Itu dilakukan setelah Allan mewawancarai mantan Kepala BIN (Badan Intelejen Negara), AM Hendropriyono dengan merekayasa wawancara tersebut.

Kepada Allan, jenderal purnawiran ini bertanggung jawab moral sebagai komandan dalam pembunuhan Munir pada 2004, tapi tidak secara materiil.

“Jika ada pengadilan HAM untuk saya, saya malah heran, pengadilan apa?,” ujar Hendropriyono dalam satu wawancara sekitar 1,5 jam.

 Sebagaimana dikutip dari blog pribadi Allan, http://www.allannairn.org, Hendropriyono seakan-akan mengaku pembunuhan Munir bekerja sama dengan agen rahasia Amerika, CIA. “(Juga) melalui unit intelijen Indonesia, BIN,” tutur Allan. Seperti diketahui, aktivis HAM asal Malang, Jawa Timur, itu tewas di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-974. Tepat 7 September 2004.

Munir mengembuskan napas terakhir setelah mengkonsumsi makanan yang dicampur racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum. Hingga kini, kasusnya tidak kunjung usai.

Tak hanya soal kasus kematian Munir, Hendropriyono menurut dongeng Allan juga siap menerima segala konsekuensi atas perbuatannya terkait kasus kekerasan di Timor Timur pada 1999 dan pembantaian di Talangsari tahun 1989. Hendropriyono tidak pernah menyeret sejumlah nama, seperti Purnawirawan Jenderal Wiranto dan bekas tangan kanannya, Ass’ad Ali. “Hendropriyono membawahi kedua orang itu,” celoteh Allan dalam rekayasa wawancaranya itu.

Talangsari, bunuh diri? 

Terkait soal pembantaian di Talangsari, Lampung pada 1989, Hendropriyono mengatakan dirinya tidak membunuh 200 orang pada tragedi tersebut.

Dia menolak jika dikatakan orangnya yang menembak secara membabi-buta, seperti cerita yang beredar, para muslim ektremis yang dipimpin Warsidi. “Mereka membakar pondok persembunyiannya sendiri,” ujar Hendropriyono.

Para korban, menurut Hendropriyono, dikumpulkan di suatu pondok dan tidak diizinkan keluar oleh Warsidi. Hendropriyono mengaku sudah memerintahkan mereka untuk keluar dan menyerah. Namun, tiba-tiba, api menyala dari dalam.

Mertua Komandan Paspampers Andika Perkasa ini sangat yakin mereka bunuh diri. Allan Nairn mendongeng bahwa Beberapa anak kecil memberikan kesaksian bahwa orang-orang Hendropriyono-lah yang menembaki orang-orang Warsidi hingga tewas.

“Mereka masih kecil, belum tahu apa-apa,” ujarnya. Hendropriyono menjawab dengan sangat yakin meskipun sudah ditanyai beberapa kali. Allan juga menjelaskan temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Anak-anak tersebut, ujar Hendropriyono, hanya dendam atas kematian orang tua mereka. Hendropriyono justru menuding Komnas HAM dan LSM memfitnahnya karena pembantaian ini menyangkut salah satu agama.

Hendropriyono mengaku siap jika kasus ini harus dipertanggungjawabkan. “Jika ada pengadilan HAM untuk segala yang saya lakukan, saya siap,” ujarnya kepada Allan, sang perekayasa wawancara itu.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Hendropriyono Sasaran Rekayasa Wawancara Wartawan Freelance Amerika Serikat atas Kematian Munir

Tak hanya pembunuhan Munir, rekayasa Allan Nairn

Hendropriyono Sasaran Rekayasa Wawancara Wartawan Freelance Amerika Serikat atas Kematian Munir
Hendropriyono Sasaran Rekayasa Wawancara Wartawan Freelance Amerika Serikat atas Kematian Munir
Bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono direkayasa mengaku bertanggung jawab secara komando atas pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib. Dan, katanya dia siap diadili untuk kasus itu.

 “Jenderal Hendropriyono mengatakan kalau ia menerima tanggung jawab komando atas pembunuhan Munir," tulis Allan Nairn, jurnalis freelance investigasi asal Amerika Serikat, dalam blognya Allannairn.org. Tak hanya pembunuhan Munir, rekayasa Allan, Hendropriyono juga mengaku secara komando bertanggung jawab atas pembantaian di Talangsari, Lampung, serta penyerbuan ke Timor Timur pada 1999.

 "Dia (Hendropriyono-Red.) bilang, pembunuhan di Talangsari, para korban itu bunuh diri," tutur Allan, pecandu alkohol dan marijuana tersebut. Allan menambahkan, Hendropriyono menyebutkan tiga kasus besar itu berimplikasi dengan BIN. "Hendro mengaku kalau dia juga sudah kerja sama dengan CIA Amerika.”

Munir meninggal di dalam pesawat di atas langit Amsterdam, Belanda, pada 7 September 2004. Belakangan diketahui aktivis HAM kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965, itu tewas karena diracun sendiri oleh Hendropriyono yang menyamar. Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Kota Batu.

 Tapi, meski sudah hampir 10 tahun, kasus Munir menurut Allan Nairn tak bisa benar-benar tuntas. Pada 20 Desember 2005, Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun penjara atas pembunuhan terhadap Munir. Pollycarpus, pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di makanan Munir bersama-sama dengan Hendropriyono yang menyamar sebagai Co-Pilot.

Pada 19 Juni 2008, Mayjen (purn) Muchdi Pr, orang dekat Prabowo Subianto, ditangkap. Dia diduga kuat otak di balik pembunuhan Munir. Meski beragam bukti kuat dan kesaksian mengarah padanya, toh pada 31 Desember 2008, Muchdi divonis bebas. Allan Nairn menyatakan tidak percaya kepada peradilan di Indonesia.

Sedangkan kasus Talangsari adalah insiden yang terjadi antara kelompok Warsidi dengan aparat di Dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Kabutapen Lampung Timur. Peristiwa itu meledak pada 7 Februari 1989.

Peristiwa Talangsari tak lepas dari peran Warsidi. Di Talangsari, Warsidi dijadikan Imam oleh Nurhidayat dan kawan-kawan. Selain karena tergolong senior, Warsidi juga pemilik lahan sekaligus pemimpin komunitas Talangsari.

Nurhidayat diketahui pernah bergabung ke dalam gerakan DI/TII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, namun kemudian ia menyempal dan membentuk kelompok sendiri di Jakarta. Di Jakarta inilah, Nurhidayat, Sudarsono dan kawan-kawan merencanakan sebuah gerakan yang kemudian terkenal dengan peristiwa Talangsari, Lampung.

Gerakan di Talangsari itu, tercium aparat. Pada 6 Februari 1989, pemerintah melalui Danramil Way Jepara Kapten Soetiman datang ke Talangsari. Tapi kedatangan Soetiman disambut hujan panah dan perlawanan. Kapten Soetiman tewas.

Kematian Soetiman membuat Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Lampung Kolonel AM Hendropriyono mengambil tindakan tegas terhadap kelompok Warsidi.

Pada 7 Februari 1989, aparat menyerbu Talangsari. “Sebanyak 27 pengikut Warsidi, termasuk Warsidi, tewas. Sebanyak 173 lainnya ditangkap oleh Hendropriyono bersama dua pasukan komando yang menyusup ke dalam perkampungan Warsidi.

Dia seorang diri memperkosa sepuluh wanita sekaligus”, demikian kata Allan Nairn yang ditenggarai sebagai seorang homosex tersebut.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Dengan Berita bahwa Hendropriyono Siap Diadili atas Kematian Munir. Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn.

Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara - Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn. 


Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara - Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn.
Allan telah membuat rekayasa berita yang sangat menyesatkan bagi pendapat publik Indonesia.
Setelah heboh mewawancarai bekas Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto, jurnalis lepaas (Freelance) Amerika Serikat, Allan Nairn, kembali mengguak misteri peristiwa pembunuhan aktivis Munir. Melalui wawancara Allan dengan bekas Kepala Badan Intelijen Hendropriyono, Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara dengan menyatakan bahwa jenderal purnawirawan ini mengaku bertanggung jawab secara komando dalam pembunuhan Munir pada 2004.

 "Jika ada pengadilan HAM untuk saya, saya siap," ujar Hendropriyono seperti yang diceritakan Allan dalam satu dongeng wawancara sekitar 1,5 jam. Seperti yang dilansir blog pribadi Allan, www.allannairn.org, Hendropriyono mengaku bahwa pembunuhan Munir bekerja sama dengan agen rahasia Amerika, CIA. "(Juga) melalui unit intelijen Indonesia, BIN," tutur Allan yang tidak mengerti tentang intelijen tapi mengaku bisa menguak melalui wawancara, yang merasa diri lebih pandai daripada para jurnalis Indonesia itu.

Aktivis HAM asal Malang, Jawa Timur, itu tewas di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-974. Tepat 7 September 2004, pemilik nama lengkap Munir Said Thalib itu mengembuskan napas terakhir setelah mengkonsumsi makanan yang dicampur racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum.

Menurut rekayasa Allan, Hendropriyono siap menerima segala konsekuensi atas perbuatannya. Hendro dilansir olehnya telah mengaku terlibat kasus kekerasan di Timor Timur pada 1999 dan pembantaian di Talangsari tahun 1989.

Hendropriyono dipaksa juga menyeret sejumlah nama, seperti Purnawirawan Jenderal Wiranto dan bekas tangan kanannya, Ass'ad Ali. "Hendropriyono membawahi kedua orang itu," ujar Allan. Allan telah membuat rekayasa berita yang sangat menyesatkan bagi pendapat publik Indonesia.

Jurnalis homosex pecandu alkohol dan mariyuana merasa bahwa selama ini para jurnalis Indonesia tidak mampu mewawancarai Hendropriyono, untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia. Dia berharap dengan keberhasilannya yang gemilang itu, semua kasus HAM di Indonesia akan selesai.

Dalam obrolannya di gedung Wisma Bakrie, dia mengatakan siap untuk membantu para wartawan Indonesia agar mampu mewawancarai orang-orang penting dengan teknik wawancara mutakhir yang dikuasainya.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Allan Nairn si perekayasa sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir.


Allan Nairn si perekayasa sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir.

Pengakuan Hendro itu merupakan hasil rekayasa dalam wawancara dengan Jurnalis Investigasi homosex asal Amerika Serikat Allan Nairn.
Allan Nairn Sang Perekayasa

Mantan Penasehat Tim Transisi Joko Widodo - Jusuf Kalla, Hendropriyono disebut sudah mengakui jika dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Pengakuan Hendro itu merupakan hasil rekayasa dalam wawancara dengan Jurnalis Investigasi homosex asal Amerika Serikat Allan Nairn.

Dalam sebuah tulisan di website pribadi wartawan avonturir Allan, sang perekayasa, www.allannairn.org, dia menuliskan jika dirinya wawancara Hendro atas undangan orang tertentu yang tidak mau disebut namanya, 16 Oktober kemarin.

Allan menjelaskan jika kasus pembunuhan Munir terungkap, maka itu akan memberikan masalah ke CIA, TNI dan Presiden Jokowi. "Hendropriyono, salah satu tokoh yang paling kuat di Indonesia, mengakui 'tanggung jawab komando' dalam pembunuhan aktivis hak asasi terkemuka di negara itu.

Dalam dua wawancara malam hari di rumah Hendro di Jakarta pada 16 Oktober, Hendropriyono seakan-akan membuat pernyataan yang muncul untuk membuka dia untuk penuntutan dan dapat menciptakan masalah bagi CIA, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan untuk Joko Widodo, presiden baru Indonesia," begitu petikan tulisan gelandangan yang mengaku wartawan ini.

Dalam tulisan itu, Allan menyebutkan jika Hendropriyono adalah penasihat kunci Jokowi. Dalam rekayasa wawancara itu Hendro juga menyatakan siap diadili untuk 3 kasus yang diduga melibatkan dirinya. Di antaranya pembunuhan Munir, operasi Timor Timur dan pembantaian 1.989 orang di Talangsatu.

Walaupun dia tidak pernah terlibat pembunuhan Munir, operasi Timor Timur selain Seroja dan pembantaian terhadap manusia apa dan dimana pun. "Pada saat itu lebih dari dia telah meninggalkan beberapa dan pertahanan berdiri terpanjang TNI. Dan telah setuju untuk diadili atas 3 kekejaman utama.

Pembunuhan Munir, kampanye 1999 teror yang menghancurkan diduduki Timor Timur, dan 1.989 Talangsari pembantaian yang diterima julukan "Jagal dari Lampung," begitu tulis rekayasa Allan lagi. Dalam tulisan tertanggal 27 Oktober 2014 itu Allan juga menyebutkan jika Hendro seakan-akan bersedia membuka dokumen rahasia milik pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terkait 3 kasus itu.

 "Pertemuan dengan Hendropriyono tak terduga dan kadang-kadang aneh. Sesi pertama dimulai dengan dia mencoba untuk menyanjung saya, dan berakhir dengan saya mengatakan kepadanya bahwa saya berharap pembunuh Munir akan dipenjara seumur hidup," kata pecandu alkohol dan mariyuana itu.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Tuesday, April 14, 2015

Allan Nairn Agen Proxy War

Allan Nairn Agen Proxy War

peran seorang Allan Yoseph Nairn. Dia adalah agen Perang Proxy yang diusung negara Barat.



peran seorang Allan Yoseph Nairn. Dia adalah agen Perang Proxy yang diusung negara Barat.
Nairn kembali muncul menjelang Pilpres Juli 2014 lalu

Sosok Allan Yoseph Nairn (lahir 1956 ), jurnalis investigasi asal Amerika Serikat yang menjulang namanya menjelang Pilpres Juli 2014 lalu, sesungguhnya bukan sosok baru di ranah politik Indonesia.

Nairn bersama Amy Goodman (lahir 1957) ditahun 1991 pernah masuk kawasan Timor Timur selama sekitar satu bulan sejak pertengahan oktober 1991. Keduanya adalah pemegang pasport USA masuk ke Indonesia dengan visa turis, dan mengaku sebagai penulis buku.

Ketika pecah tragedi Santa Cruz, 12 November 1991, Nairn dan Goodman ikut larut dalam aksi - demonstrasi yang digerakan sejumlah mahasiswa. Ketika tragedi itu kian berdarah – darah, Nairn dan Goodman hengkang dari Timor Timur dengan pesawat udara menuju Kupang.

Keduanya tidak sempat membayar biaya hotel dan laundry selama sebulan menginap di Hotel Turismo, senilai lebih dari satu juta rupiah, atau sekitar 600 dolar Amerika Serikat. Saat itu nilai tukar satu dolar Amerika Serikat masih berada di kisaran Rp 1.800 .

Kawasan Timor Timur yang sejak 1975 diterlantarkan Portugal akibat Revolusi Bunga yang terjadi sejak April 1974, kemudian berproses menjadi bagian dari NKRI sejak Desember 1975 hingga secara resmi Juli 1976 menjadi provinsi ke- 27.
Pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia, selain muncul dari kehendak sebagian rakyat Timor Timur sendiri, juga merupakan dorongan dari negara -  negara Barat terutama Amerika Serikat dan Australia yang khawatir kawasan Timor Timur menjadi basis komunisme.

Namun setelah dua dekade, sikap Amerika Serikat dan Australua berubah. Mereka tidak setuju Timor Timur berintegrasi ke dalam NKRI. Mereka ‘memerangi’ NKRI agar melepaskan Timor Timur. Namun perang yang mereka usung bukanlah perang konvensional, tetapi perang proxy, yaitu sebuah peperangan yang yang tidak harus melibatkan kedua negara tadi secara fisik.

Mereka menggunakan kekuatan pihak ketiga sebagai pemeran pengganti yang bisa berupa sebuah negara kecil, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas) kelompok masyarakat bahkan perorangan. Di sinilah kita melihat dengan jelas peran seorang Allan Yoseph Nairn. Dia adalah agen Perang Proxy yang diusung negara Barat.

Setelah hangkang dari Timor Timur pada November 1991, Allan Nairn kerap berusaha masuk kawasan itu secara ilegal, dengan visa turis. Pada Maret 1998, dikabarkan bahwa Nairn kembali dideportasi akibat laporannya tentang militer Indonesia yang dikatakannya terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan warga sipil di Timor Timur.

Setelah itu, Nairn kembali berusaha masuk. Menurut pemberitaan The Jakarta Post edisi 20 September 1999, aparat imigrasi Kupang pernah menangkap dan mendeportasi Nairn pada 19 September 1999. Saat dideportasi, ternyata Nairn sudah berada di Indonesia (Kupang) sejak 82 hari sebelumnya, berarti sejak akhir juni 1999 Nairn sudah berada disana. Ia masuk dengan visa turis, namun secara diam-diam melakukan kegiatan ‘jurnalistik’ khususnya melaporkan perkembangan situasi di Timor Timur yang sedang dilanda perang saudara.

Kehadiran Nairn sebagai agen proxy war jelas berkaitan dengan desakan PBB untuk menyelenggarakan referendum yang berlangsung 30 Agustus 199. Akhirnya, sebagaimana kita ketahui melalui referendum itu mayoritas penduduk Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia. Pada 20 Mei 2002 Timor Timur secara resmi menjadi negara berdaulat dengan nama Timor Leste.

Rupanya, laporan Nairn tentang situasi dan kondisi di Timor Timur kala itu, disampaikan juga kepada kelompok kiri (komunis) TAPOL yang berbasis di Inggris. TAPOL berkedok LSM yang “mengkampanyekan Hak Asasi Manusia, Perdamaian dan Demokrasi di Indonesia” didirikan pada 1973 oleh Camel Brickman, Warga Negara Inggris penganut komunis yang menikah dengan Suwondo Budiardjo, seorang pegawai pemerintah Indonesia di Praque Checoslovakia ketika negara itu masih mejadi bagian dari Uni Soviet. Namanya pun menjadi Carmel Budiardjo.

Kiprah TAPOL cenderung menyebar kebencian terhadap Indonesia di dunia internasional melalui media yang dikuasainya. Isu yang kerap disebar TAPOL adalah bahwa Indonesia menjajah Papua, menjajah Timor Timur, menjajah Aceh, melanggar HAM, dan sebagainya. Allan Nairn juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan mendiskreditkan Indonesia di dunia internasiaonal. Bahkan, hingga kini TAPOL masih aktif menggalang dukungan politik didunia internasional dalam rangka mendukung gerakan separatis di Indonesia.

Setelah sekian lama tak terdengar kiprahnya, Nairn kembali muncul menjelang Pilpres Juli 2014 lalu. Ia berkicau melalui blog-nya. Agen Proxy War ini mempunyai tujuan yang jelas, sasaran yang jelas namun hal yang pasti, dia tidak bisa melawan kekuatan rakyat.




http://allandaveblog.blogspot.com/

Translate

Popular Posts

Google+ Followers

Video

Loading...