VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

Tuesday, March 17, 2015

4 Warga Berpaspor Turki di Poso Terlibat ISIS

4 Warga Berpaspor Turki di Poso Terlibat ISIS









Jakarta, CNN Indonesia -- Empat warga asing berpaspor Turki yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, akhir tahun 2014 memiliki keterlibatan dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Hal tersebut dinyatakan Markas Besar Kepolisian RI di Jakarta, Senin (16/3).


Empat warga asing itu, menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto, terlibat langsung dalam keberangkatan warga negara Indonesia ke luar negeri yang hendak bergabung dengan ISIS belakangan ini.

Keempat orang asing tersebut ditangkap polisi 13 September 2014 di Poso. Mereka kabur saat ada razia. Saat itu mereka diduga terkait dengan kelompok teroris Santoso.

“Indikasi yang kami dapatkan mengarah ke sana (terlibat ISIS),” kata Rikwanto tanpa merinci peran masing-masing orang.

Menurut Rikwanto, ada beberapa hal yang membuat WNI ingin bergabung dengan ISIS. Pertama, ada propaganda yang disebarkan lewat internet. Kedua, utusan ISIS datang langsung ke ‘kantong-kantong’ yang berpotensi sejalan dengan mereka di seluruh dunia.

Dari wilayah-wilayah yang dianggap sejalan itu, utusan ISIS kemudian merekrut orang untuk diberangkatkan ke Suriah. Poso merupakan salah satu ‘kantong’ bagi calon pengikut ISIS.

Kepolisian tengah menyelidiki soal perekrutan ini. Polisi berharap masyarakat dapat ikut membantu karena proses identifikasi butuh bantuan luas publik.

Belakangan ini berkali-kali terjadi keberangkatan WNI ke Suriah yang diduga terkait ISIS. Setelah keberangkatan WNI lewat Malaysia dan Bandara Soekarno-Hatta berhasil dideteksi akhir tahun 2014, pemerintah Turki menahan 16 WNI yang hendak menyeberang ke Suriah pada Rabu pekan lalu (11/3).

Sebelumnya 16 WNI dikabarkan menghilang saat mereka berkunjung ke Turki dengan menggunakan biro perjalanan resmi Smailing Tour dari Indonesia. Namun pemerintah menyatakan kelompok itu berbeda dengan yang telah ditahan

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Translate

Popular Posts

Google+ Followers

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.