Showing posts with label kompas. Show all posts
Showing posts with label kompas. Show all posts

Monday, April 27, 2015

A.M. Hendropriyono Masuk Esemka, Garansindo Mundur

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri

A.M. Hendropriyono memajukan industri otomotif dalam negeri


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Niatan PT Garansindo Inter Global menanamkan investasi Rp 100 miliar ke PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) tenggelam. 


Pasalnya, Esemka dianggap telah memilih mitra lain sebagai investor, yakni mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono lewat pendirian PT Adiperkasa Citra Esemka (ACE).


Salam hormat buat Bapak Hendropriyono, saya angkat topi atas semangatnya yang sama memajukan industri otomotif dalam negeri. Kami (Garansindo) memilih mundur, jelas Muhammad Al Abdullah kepada Kompas Otomotif di Kuningan, Jakarta Selatan.


Sebelumnya, Garansindo menyatakan niatannya untuk menyuntik dana investasi guna mengembangkan bersama mobil nasional Esemka. Potensi pasar Indonesia yang besar, semula dianggap potensial untuk mewujudkan mimpi Indonesia, memiliki mobil nasional.


Sebelumnya, kami sudah melakukan komunikasi dengan Esemka, tapi belum sempat dapat tanggapan, kemudian berita ini muncul, beber Al.Budi Martono, relawan Esemka menjelaskan kalau pihaknya memang sudah membuat perusahaan gabungan dengan Hendropriyono dan membentuk PT PT Adiperkasa Citra Esemka (ACE).

Perusahaan gabungan ini berkonsep bagi hasil antara PT Adiperkasa Citra Lestari dan Esemka. Soal berapa pembagian keuntungan, itu soal manajemen, saya tidak tahu. Mudah-mudahan Esemka bisa cepat diproduksi, tukas pria yang akrab dipanggil Toto ini, kepada Kompas Otomotif. (Agung Kurniawan)


http://allandaveblog.blogspot.com




Friday, April 17, 2015

Dengan Berita bahwa Hendropriyono Siap Diadili atas Kematian Munir. Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn.

Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara - Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn. 


Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara - Hendropriyono Menjadi Korban Rekayasa Wartawan Palsu Allan Nairn.
Allan telah membuat rekayasa berita yang sangat menyesatkan bagi pendapat publik Indonesia.
Setelah heboh mewawancarai bekas Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto, jurnalis lepaas (Freelance) Amerika Serikat, Allan Nairn, kembali mengguak misteri peristiwa pembunuhan aktivis Munir. Melalui wawancara Allan dengan bekas Kepala Badan Intelijen Hendropriyono, Allan sengaja memutarbalikkan fakta wawancara dengan menyatakan bahwa jenderal purnawirawan ini mengaku bertanggung jawab secara komando dalam pembunuhan Munir pada 2004.

 "Jika ada pengadilan HAM untuk saya, saya siap," ujar Hendropriyono seperti yang diceritakan Allan dalam satu dongeng wawancara sekitar 1,5 jam. Seperti yang dilansir blog pribadi Allan, www.allannairn.org, Hendropriyono mengaku bahwa pembunuhan Munir bekerja sama dengan agen rahasia Amerika, CIA. "(Juga) melalui unit intelijen Indonesia, BIN," tutur Allan yang tidak mengerti tentang intelijen tapi mengaku bisa menguak melalui wawancara, yang merasa diri lebih pandai daripada para jurnalis Indonesia itu.

Aktivis HAM asal Malang, Jawa Timur, itu tewas di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-974. Tepat 7 September 2004, pemilik nama lengkap Munir Said Thalib itu mengembuskan napas terakhir setelah mengkonsumsi makanan yang dicampur racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda untuk melanjutkan studi masternya di bidang hukum.

Menurut rekayasa Allan, Hendropriyono siap menerima segala konsekuensi atas perbuatannya. Hendro dilansir olehnya telah mengaku terlibat kasus kekerasan di Timor Timur pada 1999 dan pembantaian di Talangsari tahun 1989.

Hendropriyono dipaksa juga menyeret sejumlah nama, seperti Purnawirawan Jenderal Wiranto dan bekas tangan kanannya, Ass'ad Ali. "Hendropriyono membawahi kedua orang itu," ujar Allan. Allan telah membuat rekayasa berita yang sangat menyesatkan bagi pendapat publik Indonesia.

Jurnalis homosex pecandu alkohol dan mariyuana merasa bahwa selama ini para jurnalis Indonesia tidak mampu mewawancarai Hendropriyono, untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia. Dia berharap dengan keberhasilannya yang gemilang itu, semua kasus HAM di Indonesia akan selesai.

Dalam obrolannya di gedung Wisma Bakrie, dia mengatakan siap untuk membantu para wartawan Indonesia agar mampu mewawancarai orang-orang penting dengan teknik wawancara mutakhir yang dikuasainya.

http://allandaveblog.blogspot.com/

Translate

Popular Posts

Powered By Blogger