Showing posts with label Proton. Show all posts
Showing posts with label Proton. Show all posts

Monday, May 4, 2015

Proton Jadi Mobnas? Hendropriyono: Ini Urusan Perusahaan Tak Terkait Negara

Proton Jadi Mobnas? Hendropriyono: Ini Urusan Perusahaan Tak Terkait Negara

Proton Jadi Mobnas? Hendropriyono: Ini Urusan Perusahaan Tak Terkait Negara

Jakarta - Setelah lama tak terdengar lagi soal kabar pengembangan mobil nasional (mobnas) yang melibatkan Proton, kini Hendropriyono selaku pemilik PT Adiperkasa Citra Lestari, angkat bicara. Ia menegaskan proyek kerjasama pengembangan industri otomotif dengan Proton masih tahap studi kelayakan dan tak ada kaitannya dengan negara.

"Itu nanti urusan perusahaan, enggak ada kaitannya sama publik dan negara, ini milik saya sendiri," kata A.M. Hendropriyono saat Konferensi Internasional tentang Terorisme dan ISIS yang diselenggarakan oleh Hendropriyono Strategic Consulting di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015).

Hendropriyono menegaskan soal alasannya mau mengembangkan industri otomotif di dalam negeri agar pasar dalam negeri tak terus 'dijajah'. Ia berharap produksi mobilnya ini bisa segera terealisasi.

"Saya tahu karena musuh kita asing, kita mau merebut ini, kalau saya banyak komentar nanti dipotong sama mereka," katanya.

Wacana mobnas sempat jadi buah bibir pasca MoU antara Proton Holdings BHD dengan PT Adiperkasa Citra Lestari milik Hendropriyono. Peristiwa MoU itu dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak, Pemimpin Proton Tun Dr Mahathir Mohamad.

Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer Proton Holdings Bhd Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO Adiperkasa Citra Lestari AM Hendropriyono di Proton Centre of Exellence, Jumat, 6 Februari 2015.


Sumber: detik.com (23 Maret 2015)

Monday, April 27, 2015

DPR: Tak Apa-Apa Gandeng Proton, Asal...

DPR: Tak Apa-Apa Gandeng Proton, Asal…



Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI-P Aria Bima mengatakan tidak masalah jika Indonesia memang menggandeng Proton Holdings Bhd untuk mengembangkan mobil di Indonesia. Hal itu sah-sah saja, asal perusahaan pelat merah Malaysia itu mau mengalihkan teknologi mereka sepenuhnya.

"Asalkan Proton mau melakukan alih teknologi mesin dan transmisi 100 persen," kata Aria, Sabtu (7/2). Selain itu, menurut dia seluruh komponen yang digunakan harus konten lokal tidak hanya onderdil dan aksesoris, tapi juga mesin. Permodalan 100 persen juga seharunya milik Indonesia.

Hal tersebut menurutnya sulit dilakukan dengan perusahaan asal Jepang, Eropa, dan Korea Selatan. Mereka, kata Aria, hanya memberitahu cara membuat bodi mobil saja. Namun untuk pengembangan mesin tetap dirahasiakan.

Terkait apakah Proton bakal bersedia melakukan alih teknologi 100 persen, Aria memang mengaku belum tahu sampai ke sana. Namun jika itu tidak bisa dilakukan, pemerintah menurutnya lebih baik tidak bekerja sama dengan mereka.

"Kalau Malaysia sampai tak mau alih teknologi maka tak usah mengajak mereka," kata Aria.

Seperti dilaporkan situs berita Malaysia Bernama, CEO Proton Datuk Abdul Harith Abdullah dan CEO PT ACL Abdullah Mahmud Hendropriyno baru saja meneken nota kesepahaman, di Shah Alam, Malaysia.

Penandatangan itu disaksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, dan Komisaris Proton Tun Dr Mahathir Mohamad. Hadir juga, Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno.

Disebut-sebut perjanjian ini merupakan upaya pemerintah Indonesia mengembangkan mobil nasional.

Namun kabar tersebut ditepis Menteri Perindustrian Saleh Husin. Husin membantah kerja sama itu disebut sebagai upaya menjadikan Proton sebagai mobil nasional Indonesia. "Itu tidak ada. Itu MoU murni bussiness to bussiness. Dalam rangka membuat visibility study untuk enam bulan ke depan," katanya kepada ROL.

http://allandaveblog.blogspot.com


Pemerintah Dukung Hendropriyono dan Esemka

Pemerintah Dukung Hendropriyono dan Esemka

Esemka Prototypes Cars

Jakarta, Kompas Otomotif - Mendengar diresmikan perusahaan gabungan PT. Adiperkasa Cipta Esemka, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengaku gembira. Saleh Husin, Menteri Perindustrian menyatakan dukungannya untuk Esemka.

"Prinsipnya kami mendukung kerjasama pihak swasta manapun termasuk kerjasama esemka dengan perusahan Pak Hendropriyono," jelas Menperin kepada Kompas Otomotif

Sayangnya, belum ada arah kebijakan yang coba disiapkan pemerintah menyangkut proyek mobil milik perusahaan lokal Indonesia ini. Pasalnya, belum ada pihak yang melaporkan keberlanjutan proyek ini ke pada pemerintah.

"Namun sampai saat ini secara resmi kami belum menerima laporan tersebut, justru baru dengar dari teman media. Kita harus dengan tangan terbuka bila ada investasi yg masuk ke Indonesia," tukas Menperin.

http://allandaveblog.blogspot.com




Translate

Popular Posts

Powered By Blogger