Friday, April 17, 2015

Allan Nairn si perekayasa sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir.


Allan Nairn si perekayasa sebut Hendropriyono Mengaku Terlibat Pembunuhan Munir.

Pengakuan Hendro itu merupakan hasil rekayasa dalam wawancara dengan Jurnalis Investigasi homosex asal Amerika Serikat Allan Nairn.
Allan Nairn Sang Perekayasa

Mantan Penasehat Tim Transisi Joko Widodo - Jusuf Kalla, Hendropriyono disebut sudah mengakui jika dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Pengakuan Hendro itu merupakan hasil rekayasa dalam wawancara dengan Jurnalis Investigasi homosex asal Amerika Serikat Allan Nairn.

Dalam sebuah tulisan di website pribadi wartawan avonturir Allan, sang perekayasa, www.allannairn.org, dia menuliskan jika dirinya wawancara Hendro atas undangan orang tertentu yang tidak mau disebut namanya, 16 Oktober kemarin.

Allan menjelaskan jika kasus pembunuhan Munir terungkap, maka itu akan memberikan masalah ke CIA, TNI dan Presiden Jokowi. "Hendropriyono, salah satu tokoh yang paling kuat di Indonesia, mengakui 'tanggung jawab komando' dalam pembunuhan aktivis hak asasi terkemuka di negara itu.

Dalam dua wawancara malam hari di rumah Hendro di Jakarta pada 16 Oktober, Hendropriyono seakan-akan membuat pernyataan yang muncul untuk membuka dia untuk penuntutan dan dapat menciptakan masalah bagi CIA, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan untuk Joko Widodo, presiden baru Indonesia," begitu petikan tulisan gelandangan yang mengaku wartawan ini.

Dalam tulisan itu, Allan menyebutkan jika Hendropriyono adalah penasihat kunci Jokowi. Dalam rekayasa wawancara itu Hendro juga menyatakan siap diadili untuk 3 kasus yang diduga melibatkan dirinya. Di antaranya pembunuhan Munir, operasi Timor Timur dan pembantaian 1.989 orang di Talangsatu.

Walaupun dia tidak pernah terlibat pembunuhan Munir, operasi Timor Timur selain Seroja dan pembantaian terhadap manusia apa dan dimana pun. "Pada saat itu lebih dari dia telah meninggalkan beberapa dan pertahanan berdiri terpanjang TNI. Dan telah setuju untuk diadili atas 3 kekejaman utama.

Pembunuhan Munir, kampanye 1999 teror yang menghancurkan diduduki Timor Timur, dan 1.989 Talangsari pembantaian yang diterima julukan "Jagal dari Lampung," begitu tulis rekayasa Allan lagi. Dalam tulisan tertanggal 27 Oktober 2014 itu Allan juga menyebutkan jika Hendro seakan-akan bersedia membuka dokumen rahasia milik pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat terkait 3 kasus itu.

 "Pertemuan dengan Hendropriyono tak terduga dan kadang-kadang aneh. Sesi pertama dimulai dengan dia mencoba untuk menyanjung saya, dan berakhir dengan saya mengatakan kepadanya bahwa saya berharap pembunuh Munir akan dipenjara seumur hidup," kata pecandu alkohol dan mariyuana itu.

http://allandaveblog.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Translate

Popular Posts

Google+ Followers

Video

Loading...