Tuesday, May 5, 2015

Alasan Para Model Cantik Dunia Kecanduan Olahraga Tinju

Victoria's Secret Adriana Lima yang menonton dengan pelatih tinjunya Dino Spencer

Alasan Para Model Cantik Dunia Kecanduan Olahraga Tinju

Adriana Lima, salah satu model Victoria's Secret yang sangat menggemari olahraga tinju
Adriana Lima, salah satu model Victoria's Secret yang sangat menggemari olahraga tinju


Jakarta, CNN Indonesia -- Para ahli kesehatan sepakat, bertinju memiliki manfaat bagi tubuh dan pikiran. Mengapa seseorang mengenakan sarung tangan Everlast dan melemparkan pukulan ke samsak?

Tinju, di luar stereotipe yang mengikutinya, bukan cuma permainan kaum lelaki. Karena Minggu lalu dunia diramaikan oleh pertarungan tinju di Las Vegas, antara Floyd Mayweather dan Manny Pacquiao, banyak perempuan penggemar olahraga tinju juga turut menyaksikan.

Beberapa bahkan menyaksikan secara langsung, seperti halnya model Victoria's Secret Adriana Lima yang menonton dengan pelatih tinjunya Dino Spencer. Lima, sudah jatuh cinta dengan tinju sejak tiga belas tahun lalu, setelah dia mencoba banyak olahraga lain, seperti dilansir laman Time.

“Olahraga ini sangat menguatkan karena Anda belajar betapa bertenaga dan kuat Anda,” kata Lima.

Ini adalah olahraga terbaik yang pernah ada karena seseorang bisa benar-benar robek tetapi tidak terlalu besar.”

Model-model dunia, Karlie Kloss, Gigi Hadid, Chanel Iman, dan Joan Smalls, semua ikut melepaskan pukulan tinju dengan para pelatih mereka. Gisele Bundchen yang tampil dalam video kampanye Under Armour bertajuk I Will What I Want menunjukkan wajah garangnya saat mengempaskan pukulan ke karung tinju.

Jordan Metzl, dokter olahraga di Rumah Sakit New York berkata, satu kali kelas tinju bisa membakar sekitar seribu kalori.

“Tinju membangun kekuatan penuh tubuh yang sangat membantu, baik laki-laki maupun perempuan, terutama perempuan yang ingin melakukan olahraga berbeda,” katanya. Misalnya, risiko perempuan mengalami robeknya ligamen ACL adalah enam kali lebih besar dari laki-laki melakukan olahraga yang sama. Ini disebabkan karena sudut antara pinggul dan lutut yang lebih lebar pada perempuan.

Tinju dapat membantu penyeimbang (counter balance) dengan cara membangun kekuatan yang melindungi lutut. Manfaat lainnya adalah membangun massa tulang, karena perempuan memiliki risiko osteoporosis lebih besar dan masalah kepadatan tulang daripada laki-laki.

Olahraga dengan debaran berulang dapat membangun massa tulang, kata Metzl. Jonathan Fader, psikolog olahraga, yang bekerja dengan atlet profesional, mengatakan, “Ini sangat membantu perempuan, olahraga ini mengatasi kesulitan apapun yang mereka hadapi,” katanya.

Bahkan di saat kalah pun tetap ada manfaat. “Anda memiliki ketahanan untuk mengatasi kekalahan. Karena, banyak hal dari apapun yang kita kejar dalam kehidupan adalah tentang bagaimana kita kembali.”

Perempuan juga bisa mendapatkan beberapa manfaat dari olahraga bertinju. Daniel Glazer, pendiri pusat kebugaran tinju Shadobox di New York mengatakan, dirinya menyadari perempuan jauh lebih setia dan berdedikasi untuk kebugaran sebagai bagian kehidupan sehari-hari mereka.

“Perempuan memiliki begitu banyak gairah dari cara mereka berlatih, dan tinju adalah olahraga yang sangat bergairah,” katanya. Lagipula, olahraga ini juga menyenangkan. “Sangat menyenangkan untuk merasakan kekuatan Anda sendiri,” kata pelatih para selebriti Lacey Stone.

“Saya sudah punya dua anak, dan usia saya hampir 34 tahun. Saya percaya berkat tinju, saya masih seorang model,” kata Lima. Dia bercerita ibu dari pelatihnya, berusia 70 tahun, yang pergi ke pusat kebugaran tinju melakukan latihan yang sama dengan Lima. “Tinju, olahraga ini sempurna,” ucapnya


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Translate

Popular Posts

Google+ Followers

Video

Loading...